Politik Internasional

Mengenal Hernâni Coelho, Mantan Menteri Luar Negeri Timor Leste Alumnus Universitas Jenderal Soedriman (Unsoed)



Ilustrasi: Wikimedia.org

Ia memiliki nama lengkap yang cukup sulit untuk dihafal, nama lengkapnya ialah Hernâni Filomena Maria Coelho da Silva. Pria ini lahir pada tanggal 27 Agustus 1964 di Uatucarbau, Timor Portugis (masih di bawah jajahan Portugis). Ia adalah salah satu anggota Komite Sentral FRETILIN (Front Revolusi Jerman untuk Kemerdekaan Timor Leste), yang merupakan salah satu front pejuang kemerdekaan negara ini--saat ini FRETILIN menjadi partai yang berhaluan kiri terbesar di sana.

Coelho adalah seorang anak dari Adelino da Silva dan Zulmira Coelho. Dari tahun 1971 sampai 1975 ia mengenyam sekolah dasar dan asrama Katolik di Ainaro. Pada bulan Agustus 1975,ia mendaftarkan diri di Catholic College, Externato Bispo de Medeiros di ibu kota kolonial portugal di negeri itu, yakini Dili. Ketika Indonesia menaklukkan kota ini pada tanggal 9 Desember di tahun yang sama, Coelho dan orang tuanya melarikan diri ke Gunung Cabalaki, di mana ada basis pejuang FRETILIN. Ayah Coelho adalah sekretaris regional partai tersebut dan memimpin perlawanan melawan orang-orang Indonesia di Hato-Udo . Saat daerah itu jatuh, keluarga tersebut kembali ke tanah air mereka di Viqueque . Ayah Coelho mengelola sebuah rumah sakit dan pusat latihan grilyawan FALINTIL di kota tersebut.

Pada bulan Oktober 1978, seluruh keluarga jatuh ke tangan orang Indonesia selama penghancuran basis perlawanan di Gunung Matebian . Coelho da Silvas pertama-tama diasingkan di Venilale , kemudian ke Ossu dan akhirnya dibawa ke Dili. Kemudian dari tahun 1980 sampai 1982, Hernâni Coelho bekerja sebagai utusan untuk perlawanan orang Timor Leste. Pada tahun 1983 ia bergabung dengan Organisasi Pemuda Katolik Timor Leste atau yang dikenal dengan sebutan OJECTIL.

Pada tahun 1983, Coelho meninggalkan Timor Leste untuk belajar ilmu pertanian di Magelang Agriculture Development College di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) di Purwokerto, Indonesia dan di Universitas Islam di Malang. Selanjutnya dari bulan September 1987 hingga April 1989, Coelho adalah seorang asisten dosen Fakultas Ilmu Peternakan Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto. Selama masa studinya, ia aktif untuk dalam Front Mahasiswa Pembebasan Timor Timur (FELETIL). Ia mencoba menerangkan kepada teman-teman sekelasnya tentang aspirasi kemerdekaan bangsanya. Ia berperan sebagai penghubung antara perlawanan bersenjata di Timor Leste (FELETIL) dan perwakilan diplomatik perlawanan di luar negeri. Pada saat inilah ia mengasah kemampuan diplomasinya. Ia menjadikan Unsoed sebagai kawah candradimuka untuk membentuk dan mengasah jiwa seorang diplomatnya.

Setelah pembantaian Santa Cruz tahun 1991 dan runtuhnya sebagian besar gerakan perlawanan di Indonesia dan Timor Timur, Coelho menjadi Koordinator Biro Khusus Asosiasi Sosialis Timor yang baru didirikan kala itu. Misi mereka adalah untuk memobilisasi dukungan untuk infiltrasi dan propaganda, dan melaksanakan misi penyelamatan para aktivis kemerdekaan Timor Leste dan warga negara asing yang tengah melarikan diri dari militer Indonesia.

Setelah berhasil mendapatkan gelar sarjana, kemudian Coelho bekerja untuk Majalah Infovet di Jakarta dari bulan November 1992 sampai Juli 1993 sebagai seorang jurnalis, manajer penjualan dan asisten editorial sebelum memutuskan untuk kembali ke Dili untuk bekerja sebagai petugas teknis veteriner. Namun baru dua bulan ia di sana, Coelho dipaksa oleh militer Indonesia untuk meninggalkan Timor Timur, lalu dia pergi ke Portugal . Coelho datang ke Macau , di mana dia menyelesaikan gelar masternya di bidang Pemasaran dan Manajemen Strategis dari Universitas Macau . Di sini dia terpilih menjadi Sekretaris Regional FRETILIN di Macau pada tahun 1994.

Setelah lulus dari Universitas Macau, Coelho dipekerjakan oleh Pemerintah Macau dari bulan November 1995 hingga Juli 1999 sebagai petugas program senior di Kantor Lingkungan Hidup dan Sanitasi Umum. Setelah itu,ia kemudian kembali ke Portugal, di sana bekerja sebagai periset di Institut Penelitian Pertanian Nasional Portugal sejak bulan September 1999. Pada tahun 2001 dia kembali ke Timor Timur atas permintaan Conselho Nacional de Resistência Timorense (CNRT) untuk bekerja di Dewan Nasional sebagai konsultan Departemen Ekonomi dan Infrastruktur sampai CNRT dibubarkan. Coelho diambil oleh Administrasi Transisi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Timor Timur (UNTAET), dan tinggal di sana dari bulan Mei 2001 sampai November 2001. Coelho juga mengajar Ilmu Pertanian di Universidade Nasionál Timór Lorosa'e (UNTL) dari Agustus 2001 sampai Desember 2005.

Pada tahun 2002, Coelho terpilih sebagai Presiden Asosiasi Karyawan UNDP / UNPOS / UNFPA di Timor Leste, yang bertanggung jawab atas pekerjaan sosial, pelatihan dan perwakilan hak-hak pekerja staf PBB Timor Leste. Pada tahun 2003, dia juga ditunjuk sebagai Manajer Pembelajaran UNDP Timor Leste dan bertanggung jawab atas strategi pelatihan staf PBB Timor Leste. Pada tahun yang sama Coelho bergabung dengan tim teknis FRETILIN dan mendukung sekretaris Komite Sentral FRETILIN di Dili. Kemudian di tahun 2003, ia juga dipekerjakan di United Nations Development Program (UNDP) sebagai Kepala Departemen Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam. Ia bertahan di sana sampai bulan Desember 2005. Selanjutnya di tahun 2005, ia bekerja di Departemen Informasi dan Mobilisasi FRETILIN.

Pada bulan Desember 2005, Coelho juga menjadi Managing Director untuk Hubungan Bilateral di Kementerian Luar Negeri Timor Leste. Dari tanggal 29 Maret 2006 sampai bulan November 2009, Coelho mengambil alih posisi Jorge da Conceição Teme sebagai Duta Besar Timor Leste di Australia. Dia juga bertanggung jawab untuk negara lain, seperti Selandia Baru dan Samoa. Kemudian dia diangkat oleh Presiden José Ramos Horta ke posisi wakil ketua Delegasi Luar dan ia menempati posisi ini sampai bulan Juni 2012. Lalu pada bulan Oktober 2013, Coelho menjadi Duta Besar Timor Leste untuk Korea Selatan.

Pada 16 November 2015, Coelho dilantik sebagai Menteri Luar Negeri Timor Leste. Ia fasih berbahasa Tatum, Inggris, Portugal, dan Bahasa Indonesia. Sedangkan untuk percakapan-percakapan dasar ia bisa Jawa, Katon dan juga Thailand. Ia menjabat sebagai Menteri Luar Negeri sampai tanggal 15 September 2017. Posisinya kemudian digantikan oleh Aurélio Sérgio Cristóvão Guterres. Namun pada tanggal 3 Oktober kemarin, Coelho dilantik sebagai Menteri Perminyakan Timor Leste. Posisi yang tidak kala penting dengan posisi sebelumnya.

REFERENSI

Hernâni Coelho. https://de.wikipedia.org/wiki/Hernâni_Coelho, diakses pada 14/11/2017

Hernani Coelho da Silva. https://groups.yahoo.com/neo/groups/east-timor-studies/conversations/messages/8794, diakses pada 14/11/2017

Members of the incoming Sixth Constitutional Government meet. http://timor-leste.gov.tl/?p=11219&lang=en, diakses pada 14/11/2017

Timor-Leste – The new unity government. http://presidential-power.com/?p=2814, diakses pada 14/11/2017

[Easttimorstudies] TLGOV: New Ambassador Presents Credentials to the Governor-General of Australia. http://mailman.anu.edu.au/pipermail/easttimorstudies/2006-March/000009.html, diakses pada 14/11/2017

About Yopi Makdori

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.