Perjuangan

Jika Lubang Hitam Menelanku



Ilustrasi: Piqsels.com

Muhammad Iskandar Syah

Aku adalah insan yang pernah salah.
Aku dikirim ke sini untuk sebuah alasan.
Alasan yang semua orang pun rasakan.
Aku tidak akan lama...
Begitupun dengan engkau.
Kita hanya punya visa sampai usia mengatakan pulanglah.
Kita hanya singgah untuk sementara sampai sang pemilik nyawa mengambilnya.

Adakah harga yang kita bayar untuk izin tinggal di sini?
Sang Pencipta hanya meminta kita untuk menyembah-Nya...
Berikrar bahwa tiada sesembahan lain selain kepada-Nya.
Berjanjilah bahwa ketika engkau pergi hanya Illahi yang ada di hati!

Bukankah rasa sakit hanya ada di otak kita?
Maka jangan pernah takut akan cercaan di dunia...
Jangan pula pernah gentar untuk melawan yang salah...
Karena diam adalah sebuah penentangan atas kebenaran.

Pernahkah engkau berpikir tentang Lubang Hitam?
Dari apa mereka diciptakan?
Untuk apa mereka menghiasi kehampaan?
Ataukah mereka tempat berkesudahan setiap jiwa yang pernah menghuni dunia?

Fisikawan bilang bahwa ia adalah sisa kematian dari sang bintang.
Membentuk sebuah lubang berwarna hitam yang memiliki massa begitu besar.
Gaya tariknya bisa menjerat apa saja yang berada di sekitarnya, tak terkecuali cahaya.
Namun ada yang tak bisa ditariknya, yaitu iman di dada setiap manusia.

Aku berpikir...
Bisakah visa tinggal ini diperpanjang?
Ilmuwan bilang kalau lubang hitam adalah jalan yang mengantarkan kita pada keabadian.
Di mana waktu akan berjalan perlahan...
Namun ada syarat mahal untuk ke sana.
Melepaskan iman kita sebagai penggantinya.
Karena hanya iman yang tidak diizinkan masuk ke dalamnya.

Kita akan hidup dalam keabadian di sana...
Namun bukankah hidup tanpa iman sama dengan seonggok bangkai yang bisa berjalan?
Hidup adalah pilihan...
Maka pastikan, jangan pernah memilih untuk tinggal di lubang hitam.

About Yopi Makdori

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.